Kesan, Manfaat, dan Evaluasi Matrikulasi S3 Kajian Budaya Universitas Udayana Tahuan 2026
Oleh Abdul Rahim
Hari ke-1 Rabu, 25 Februari 2026 (Pukul 15.00 Wita-Selesai)
1. Materi Kurikulum S3 Kajian Budaya
Kurikulum S3 Kajian Budaya yang dijelaskan Prof. Darma Putra selaku koordinator Prodi sudah cukup detail ditambah dengan file kurikulum yang bisa dibaca sendiri untuk pendalaman.
Melalui paparannya, Prof. Darma juga menyajikan terkait konsep-konsep dasar dalam berpikir kritis sebagai pondasi dalam melakukan analisis kajian budaya. Kurikulum yang berkaitan dengan pemilihan mata kuliah disajikan dengan menyarankan untuk mengambil mata kuliah yang sesuai dengan topik kajian disertasi serta tahapan-tahapan yang perlu dilalui hingga lulus dengan durasi 6 semester.
Model konseptual yang disajikan Prof. Darma dalam melakukan penelitian Kajian Budaya sangat bermanfaat bagi calon mahasiswa supaya dari awal bisa memetakan topik-topik yang relevan untuk diangkat menjadi kajian disertasi.
Melalui tanya jawab beliau juga menjelaskan terkait penentuan pembimbing yang cukup demokratis, yakni mahasiswa bisa mengajukan sendiri siapa yang kira-kira dianggap cocok untuk menjadi promotor yang diajukan ke Koordinator Prodi.
Beliau juga menekankan pentingnya manajemen waktu dalam studi sehingga mahasiswa bisa lulus tepat waktu dengan tentunya memperhatikan skala prioritas dalam mengerjakan disertasi.
Evaluasi matrikulasi dari sudut pandang saya nampaknya pada waktu pelaksanaan, jika memungkinkan untuk dilakukan pada waktu pagi hari ketika otak calon mahasiswa masih fresh dan siap menerima materi.
Melalui zoom juga sudah sangat kondusif sehingga tidak perlu menyediakan ruangan yang mengharuskan mahasiswa harus datang ke lokasi.
2. Materi Filsafat Ilmu Kajian Budaya
Prof. Anom Kumbara menyajikan materi yang cukup komprehensif dan detail terkait konsep dasar dalam Kajian Budaya dan bidang ilmu yang berkelindan dengannya yang bisa dijadikan sebagai kerangka teoritis.
Beliau juga memaparkan terkait spirit partisipatif dan emansipatoris dalam riset-riset kajian budaya yang berpihak pada kelompok terpinggirkan. Secara umum beliau juga memaparkan terkait landasan ontologi, Epistemologi, Aksiologi, hingga metodologi dalam Kajian Budaya yang bisa menjadikan riset kajian budaya bisa mengajukan keberpihakan dan pembelaan terhadap kelompok-kelompok yang dimarginalkan.
Penjelasan Prof. Anom Kumbara sangat bermanfaat bagi saya pribadi terutama kaitannya dengan menentukan fokus riset yang dikupas melalui perangkat-perangkat teori yang beliau sajikan juga dalam bukunya Paradigma & Teori-teori Studi Budaya yang berbasis kritis dalam membaca fenomena kebudayaan.
Keluasan dan kedalaman ilmu Prof. Anom membuat penjelasannya mudah untuk dipahami terkait bagaimana kebudayaan itu tidak hanya terkait dengan nilai-nilai yang dianggap adiluhung, tinggi, eksotis, tetapi dalam kajian budaya, justru hal-hal yang tidak nampak itu tentunya ada lapisan makna yang perlu untuk digali lebih mendalam.
Untuk Evaluasi mungkin hampir sama dengan materi pertama, jika memungkinkan untuk dilakukan di pagi hari ketika otak masih lebih fresh dalam beraktifitas.
Hari Ke-2, Kamis 26 Februari 2025 (Pukul 16.00 Wita-Selesai)
1. Materi Riset Kajian Budaya
Dalam pemaparannya, Dr. Nanang Sutrisno sangat detail menyampaikan bagaimana kerangka berpikir kritis dalam melakukan penelitian Kajian budaya terutama berkaitan dengan topik-topik keberpihakan terhadap kelompok termarjinalkan.
Beliau juga memberikan gambaran yang cukup menarik terkait sudut pandang keberpihakan itu harus diasah melalui sudut pandang teoritis sehingga riset kajian budaya memiliki distingsi dengan kajian antropologi, sosiologi dan lainnya.
Pondasi dalam mencari topik-topik kajian budaya yang disampaikan beliau tidak hanya berhenti pada deskripsi, tetapi penggalian lebih mendalam suatu objek kajian akan menjadikan peneliti dapat mengungkap makna-makna yang lebih dalam.
Penjelasan beliau memiliki signifikansi dalam membangun cara berpikir kritis bagi mahasiswa kajian budaya yang berpihak pada ketimpangan dan berupaya melakukan pembelaan atasnya.
Beliau juga memaparkan pentingnya untuk memahami perbedaan antara studi atas budaya dan kajian budaya yang tentunya menjadi starting point yang penting bagi mahasiswa dalam menentukan sudut pandang dalam melakukan riset-riset kajian budaya.
Pelaksanaan matrikulasi dan materi yang disampaikan sudah sangat baik dan komprehensif dalam membangun nalar kritis mahasiswa.
2. Materi Tamat Tepat Waktu
Dalam sharing alumni yang disampaikan oleh Dr. I Wayan Nuriarta ini sangat bagus memberikan pandangan bagaimana menjalani studi agar bisa tepat waktu. Beliau juga memaparkan strategi yang bisa dilakukan agar tidak mandek dalam mengerjakan penelitian serta tips-tips yang sangat bermanfaat untuk menjalani studi dengan bahagia.
Dr. Nuriarta juga menyampaikan pentingnya untuk saling mengingatkan sesama angkatan dan membangun circle yang saling mendukung dalam menjalani studi di Kajian Budaya. Beliau juga menyampaikan strategi dalam setiap tahapan yang akan dilalui mahasiswa hingga bisa sampai tahap akhir ujian yakni dengan manajemen waktu yang baik serta tetap fokus dalam mengerjakan disertasi. Di samping itu beliau juga menyarankan untuk mencicil syarat-syarat yang diperlukan sebagai pendukung disertasi seperti publikasi.
Dr. Nuriarta sangat antusias berbagi dan kami juga bertanya banyak hal dalam proses studi terkait publikasi dan tahapan-tahapan dalam menyusun disertasi. Beliau menanggapi dengan memberikan tips-tips penting yang bisa diaplikasikan oleh mahasiswa sehingga tidak terkendala dalam mengerjakan disertasi, terutama pentingnya juga untuk tetap saling kontak dengan pembimbing.
Untuk Evaluasi menurut saya sudah sangat baik, sangat lengkap dari semua segi dalam matrikulasi ini yang dipadatkan menjadi 4 materi.
Terimakasih atas ilmunya bapak-bapak yang telah berbagi. Salah satunya juga evaluasi jika memungkinkan, biar tidak dianggap biar gender, pemateri yang ibu-ibu juga bisa ditambahkan.
Matur Suksma.


FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS UDAYANA