Prodi Doktor Kajian Budaya Gelar International Student Seminar dengan Mahasiswa Nanzan University Jepang

`

Program Doktor Kajian Budaya melaksanakan International Student Seminar antara mahasiswa FIB Unud dengan mahasiswa Faculty of Global Liberal Studies, Nanzan University, Nagoya, Jepang, Senin-Selasa, 31 Oktober-1 November 2022, di kampus FIB Unud, Denpasar.

 

Seminar yang berlangsung dua hari dan mengambil tema “Cross Cultural Understanding: Contemporary Refllections on Balinese and Japanese Culture” itu dibuka Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud, Dr. Made Sri Satyawati, M. Hum. 




Acara pembukaan dihadiri Pembantu Dekan I, I Nyoman Aryawibawa, Ph.D., dosen Prodi Doktor Kajian Budaya Unud, Ketua Unit Pengelola Informasi dan Kerja Sama (UPIKS) I Gede Gita Purnama Arsa Putra, S.S., M. Hum., dan para mahasiswa yang menjadi peserta dan penyaji makalah.


Seminar menyajikan dua makalah kunci yang disampaikan masing-masing oleh Prof. Dr. Moriyama, Dekan Faculty of Global and Liberal Studies, Nanzan University, Nagoya, dengan makalah: “Multilingual Society in the past and the future in Indonesia”; 



 

Presentasi mahasiswa Nanzan University


Makalah kunci kedua disampaikan oleh Prof. I Nyoman Darma Putra, Korprodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud dengan makalah: “From Kecak Dance to Cooking Class: Cultural Basis of Creative Tourism in Bali”.


Awal Kerja Sama

 

Dalam sambutannya, Dekan Dr. Made Sri Satyawati menyambut baik kegiatan seminar mahasiswa FIB dengan Global Liberal Studies Nanzan University. 



Dekan FIB Unud Dr. Sri Satyawati (dua dari kiri) dan Prof. Moriyamana (baju merah)


“Ini adalah awal kerja sama yang baik, dengan harapan bisa dilanjutkan di masa depan dalam berbagai bentuk kerja sama seperti pertukaran mahasiswa, dosen, dan sebagainya,” ujar Dekan FIB Unud.

 

Menurut Dekan Sri Satyawati, seminar ini memberikan banyak menafaat baik mahasiswa. Selain dapat belajar materi tentang berbagai aspek budaya Jepang, mereka juga bisa mendapat pengalaman presentasi dalam bahasa internasional.



 

“Yang penting juga, terbukanya peluang untuk menjalin jaringan kerja sama antar-mahasiswa,” ujar Dr. Si Satyawati.

 

Menyambut Baik

 

Prof. Mikihiro Moriyama yang juga menjabat Dekan Faculty of Global Liberal Studies itu, dalam sambutannya menyambut baik keinginan kerja sama dengan FIB Unud. 

 

Prof. Mikihiro Moriyama berharap agar setelah seminar mahasiswa Nanzan berkunjung ke Bali kali ini, diharapkan nanti mahasiswa FIB bisa datang ke Nagoya untuk beseminar di Nanzan.




“Kami sangat senang, dan sangat berharap kita bisa menyusun MoU di tingkat universitas sehingga keinginan dan harapan kerja sama bisa dilaksanakan secara resmi,” ujar Prof. Moriyama, dosen bahasa Indonesia dan peneliti budaya Indonesia yang pernah kuliah tahun 1980-an di Universitas Pajajaran Bandung.

 

Empat Belas Makalah

 

Seminar berlangsung dua hari, membentangkan 14 makalah, dengan rincian 6 makalah dari mahasiswa Jepang dan 8 makalah dari mahasiswa FIB Unud, baik dari tingkat S1 maupun dari S2.



 

Berikut adalah daftar makalah dan para pembicara.


1. “Sexual Minorities in Japanese Society” by Mayu KINOSHITA 

2. “Lookism and its Problems in Japan” by Mana FUJISHIRO 


3. “The Folklore of “Karang Memadu” Customary Sanction System as Cultural Value to Prevent Polygamous Marriages in Panglipuran Traditional Village, Bangli, Bali” by Putu Sri Pratekawati, I Komang Vio Vandi 

4. “Development of the tourism Industry in Bali and Postcolonialism” by Nanako KAMIYA 


5. “Frog: Comparisons of Amphibians in Balinese-Japanese Folklore” by I Wayan Kasu Wardana, Putu Amanda Gayatri 

6. “Globalizing Local Taste: The Power of Rendang Food in Indonesia’s Gastro Diplomacy” by Sri Utami, Evit Nurul Setianny, Laksmi Mutiara Prameswari 


7. “Balinese Dancer Ni Ketut Arini: A Legong Maestro and Dance Teacher for Local and International Students” by Immanuel Ansgarius Dante Sumbung, Marco Antonio Barrera 


8. “Auto-Antonym in Bahasa Indonesia” by Julio Cancarito Mintarogo, I Gusti Ayu Sugiartini Mahardika, Ida Ayu Dinda Reiko Pramiswari 

9. “Issues of Sex Education in Japan” by Rio SHIMIZU 


10. “Problems of Social Exclusion in Japan” by Azusa WATANABE 

11. “The Cultural Elements of Chinese Ethnic in Jakarta in a Poem “Batavia Centrum”  by Chrissie Elizabeth 


12. “Japanese Popular Culture: a Study of “kawaii” Culture” by Chiyuki TAKASHIMA 

13. “Caricature in Protesting Benoa Bay Reclamation Project: Expressing Social Concerns while Maintaining Aesthetic Aspects” by Made Arie Darmaram Janardana 


14. “Prehistory Site: Liang Bua and All of The Findings” by Yonas Bramundito, Anak Agung Anitya Dewi (*)