Mahasiswa Hanyang University Korea Selatan Kunjungi Prodi S3 Kajian Budaya FIB Unud
Tiga mahasiswa dari Hanyang University, Korea Selatan, yakni Suah Jeong, Seah Choi, dan Soomin Go, melakukan kunjungan akademik ke Program Studi S3 Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, pada Senin, 26 Januari 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di kampus Universitas Udayana dan diterima langsung oleh Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga mahasiswa berdiskusi dan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait perkembangan pariwisata Ubud yang ditinjau dari perspektif seni, budaya, kebijakan, serta pelestarian warisan budaya (heritage). Diskusi berlangsung dinamis, mengingat Ubud dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata budaya berbasis kearifan lokal di Bali.
Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra menerima para mahasiswa tersebut atas penunjukan Dekan Fakultas Ilmu Budaya dan Bagian Internasional Universitas Udayana, sebagaimana tertuang dalam surat rekomendasi. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa keahlian Prof. Darma Putra di bidang Kajian Budaya dinilai sangat relevan dengan minat riset para mahasiswa dari Korea Selatan.
Para mahasiswa menyampaikan ketertarikan khusus pada bagaimana konteks budaya Ubud dan nilai-nilai tradisional Bali memengaruhi kebijakan budaya, identitas destinasi, praktik pariwisata, serta upaya pelestarian warisan budaya. Secara spesifik, mereka mendiskusikan konsep Tri Hita Karana (THK) dan bagaimana filosofi tersebut diinterpretasikan dalam identitas Ubud, diterjemahkan ke dalam praktik pariwisata dan city branding, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam penerapan di dunia nyata.
Dalam dialog tersebut, Prof. Darma Putra juga menjelaskan tentang Tri Hita Karana Tourism Award and Accreditation, yaitu sistem penilaian pariwisata yang didasarkan pada kinerja hotel dan pelaku pariwisata dalam aspek parhyangan, pawongan, dan palemahan. Selain itu, dibahas pula peran Puri Ubud serta daya tarik wisata Monkey Forest Ubud yang konsisten menjunjung nilai-nilai budaya dan filosofi THK dalam membangun pariwisata budaya yang berkelanjutan.
Para mahasiswa dari Negeri Ginseng tersebut selanjutnya dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Ubud untuk observasi langsung dan kemungkinan wawancara dengan pemangku kepentingan pariwisata dan budaya. Sepulangnya ke Korea Selatan, mereka akan menyusun karya tulis akademik yang memuat rekomendasi dan praktik terbaik (best practices) pariwisata budaya berkelanjutan berbasis kearifan lokal, yang nantinya akan dikontekstualisasikan dengan nilai-nilai budaya Korea.



FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS UDAYANA