Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud dan Prodi Doktor Kajian Budaya FIB UNS Surakarta Gelar Seminar Kajian Budaya Seri-1

`

Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud dan FIB UNS Surakarta merealisasikan kerja sama akademik dengan menggelar seminar mahasiswa Seri-1 secara online, Jumat, 15 Maret 2024. Seminar seri yang akan dilaksanakan secara reguler ini diberi label “Narasi Budaya: Seminar Nasional Mahasiswa Kajian Budaya Seri-1”.

 

Peserta seminar berjumlah 96 orang, sementara yang bertahan sampai akhir kisaran 80-an, petanda webinar ini menarik.



 

Seminar dibuka oleh Ketua Asosiasi Kajian Budaya Indonesia (AKBI), Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si., yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di UPI Bandung. Dalam sambutannya, Dr. Yuliawan mengapresiasi kegiatan kajian budaya ini, dan berharap bisa berlanjut untuk memajukan ilmu kajian budaya.

 

“Kami juga berharap agar mahasiswa agar segera bergabung dengan AKBI kalau sudah tamat kuliah Kajian Budaya,” ujar Dr. Yuliawan, Ketua AKBI pertama, menyusul pembentukan AKBI di Bali Oktober 2023.



Ketua AKBI, Dr. Yuliawan.


Sebelum acara mulai, Korprodi S3 Kajian Budaya FIB UNS Surakarta dan FIB Unud memberikan pengantar.  Koprodi S3 Kajian Budaya UNS, Dra. S.K. Habsari, M. Hum., Ph.D. menyampaikan webinar ini merupakan realisasi dari perjanjian kerja sama akademik yang dirancang akhir November 2023.


Menurut Habsari, M. Hum., Ph.D., Seminar Narasi Budaya mahasiswa ini bisa digunakan untuk mengetahui arah perkembangan Kajian Budaya di Indonesia.

 

“Ini acara bagus sebagai ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran tentang risetnya. Semoga acara berlanjut dan menjadi ajang untuk para dosen dan alumni anggota AKBI untuk berbagi memajukan studi Kajian Budaya di Indonesia,” ujar Habsari, M. Hum., Ph.D.



 

Harapan berlanjutnya webinar mahasiswa ini juga disampaikan oleh Korprodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud. Korprodi Prof. Darma Putra menyampaikan webinar “Narasi Budaya” ini adalah tonggak baru aktivitas akademik Kajian Budaya. 

 

“Sebelumnya kadang-kadang mahasiswa FIB Unud studi tours ke UGM atau universitas lain. Kini bisa bertukar pikiran secara online, walau nanti tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dan dosen Kajian Budaya UNS Solo dan FIB Unud bisa saling mengunjungi secara langsung,” ujar Prof. Darma.



Presentasi Dr. Yusana 


Weminar ‘Narasi Budaya Seri 1’ menampilkan dua pembicara, masing-masing satu dari FIB Unud dan FIB UNS Surakarta. Dari UNS Surakarta tampil Dr. Yusana Sasanti Dadtun, yang membawa makalah “Subkultur Pangunci: Analisis Realitas Peminum Ciu Di Surakarta”.


Yusana adalah mahasiswa S3 Kajian Budaya FIB UNS Surakarta yang baru saja menyelesaikan studinya, berlatar belakang ilmu sejarah.

 

Dari FIB Unud, tampil Wayan Nuriarta dengan makalah “Artikulasi Identitas Indonesia dalam Komik Wayang Mahabharata”. 



 

Wayan Nuriarta tercatat sebagai Mahasiswa Doktor Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ia juga seorang dosen di Jurusan Desain Komunikasi Visual-Fakultas Seni Rupa dan Desain-Institut Seni Indonesia Denpasar pengampu matakuliah Ilustrasi (kartun dan Komik).


Nuriarta menyelesaikan gelar Sarjana Pendidikan Seni Rupa di kampus Universitas Pendidikan Ganesha- Bali tahun 2009, dan Gelar Magister Seni Kajian Desain Komunikasi Visual di kampus Pascasarjana ISI Yogyakarta tahun 2011.



 

Diskusi diwarnai banyak pertanyaan langsung atau yang ditulis di kolom chatt. Kesan penanya antara lain pembahasan adalah sebuah perspektif analitik yang menarik terkait dengin artikulasi cerita Mahabharata dari tiga komikus.


“Terima kasih pencerahannya untuk Narasumber Pak Nuriarta,” kata seorang peserta.


Peserta lain, Gede Yoga Kharisma, dosen PT swasta, bertanya mengapa makna identitas tokoh penting kita pahami untuk masa depan ilmu kajian budaya di Indonesia?



Moderator IGA Andani

 

Webinar yang dipandu mahasiswa S3 Kajian Budaya FIB Unud, IGA Andani Pertiwi berlangsung hampir tiga jam, dan peserta bertahan sebanyak hampir 80 orang (dp)