Reakreditasi Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Universitas Udayana

Program Studi S3 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan Asesmen Lapangan pada 29–31 Januari 2026 di kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Denpasar. Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan standar nasional akreditasi.


Dua asesor BAN PT yang hadir adalah Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret dan Prof. Dr. Pujiharto, M.Hum. dari UGM. Pada saat pembukaan, Prodi Kajian Budaya meletakkan di meja pejabat buku karya dosen dan alumni Doktor Kajian Budaya yang diterbitkan Pustaka Larasan, dengan judul Menciptakan Subjek Riset Kajian Budaya (2025). Rektor, Dekan, dan kedua asesor terlihat membuka-buka buku itu. Rektor Universitas Udayana mengutip salah satu point buku itu khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kajian budaya kritis yang luas, yang tidak terbatas, kecuali oleh imajinasi.


Agenda pembukaan asesmen diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan bahwa saat ini terdapat 13 program kajian budaya serupa di Indonesia, dengan enam program berada di Bali dan tujuh lainnya di luar Bali. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat kompetisi yang sangat ketat, di mana calon mahasiswa memiliki banyak pilihan program studi yang mirip. Oleh karena itu, Program Studi S3 Kajian Budaya Unud menegaskan keunikannya melalui pendekatan critical culture (budaya kritis) yang sejalan dengan visi Universitas Udayana, visi Fakultas Ilmu Budaya, dan visi program studi, serta dimasukan secara konsisten ke dalam kurikulum.


Prof. Aryawibawa menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi persaingan yang semakin kompetitif, program studi telah melakukan analisis SWOT yang menempatkan S3 Kajian Budaya pada posisi kuadran agresif. Program studi juga telah melakukan revisi kurikulum untuk memastikan kesesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan mata kuliah, menetapkan jalur seleksi mahasiswa sejak 2024 melalui kombinasi by research dan by course serta jalur penuh by research, meningkatkan visibilitas melalui media sosial, menjaga komitmen pendanaan operasional, penelitian, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana, dan menjalin kerja sama dengan universitas terkemuka di luar negeri.


Asesmen lapangan ini, menurutnya, bertujuan memastikan kualitas operasional, pelaksanaan Tri Dharma, serta pemenuhan sembilan kriteria akreditasi, sekaligus memohon masukan bagi pengembangan program studi dan universitas.


Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para asesor BAN-PT atas kesediaannya hadir di tengah agenda yang padat. Rektor menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan penjaminan mutu, di mana sistem penjaminan mutu internal perlu dilengkapi dengan penilaian eksternal sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Ia juga menekankan posisi strategis Fakultas Ilmu Budaya sebagai cikal bakal Universitas Udayana dan ujung tombak pengembangan universitas, khususnya dalam penguatan riset, budaya, dan pariwisata, serta harapan agar Program Studi S3 Kajian Budaya menjadi garda terdepan dengan dukungan publikasi bereputasi internasional.


Perwakilan asesor BAN-PT, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya bersama tim ditugaskan oleh BAN-PT untuk melaksanakan asesmen lapangan. Ia menyampaikan bahwa dokumen yang telah dikirimkan oleh program studi telah dibaca dan dicermati secara menyeluruh, serta menegaskan keterbukaan tim asesor terhadap data tambahan yang belum sempat tercantum. Selama asesmen, tim banyak berdialog dan berdiskusi dengan sivitas akademika guna memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan program studi ke depan.


Sambutan asesor berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Pujiharto, M.Hum. dari Universitas Gadjah Mada, yang menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam asesmen ini juga didasari pengalaman mengikuti pendirian program Kajian Budaya di UGM. Ia menyinggung dinamika awal Kajian Budaya, termasuk polemik mengenai perbedaannya dengan antropologi budaya, serta menegaskan bahwa lahirnya kajian budaya tidak terlepas dari tanggapan terhadap isu-isu nasional yang berkembang.


Rangkaian kegiatan pembukaan asesmen ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan pernyataan asesmen lapangan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, para asesor BAN-PT, serta didampingi oleh Rektor Universitas Udayana, Ketua UP3M, dan Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi S3 Kajian Budaya diharapkan semakin memperkuat perannya dalam pengembangan kajian budaya yang kritis, relevan, dan berdampak bagi masyarakat (Media Unud/*/dp).